Selasa, 22 Januari 2013

Confession of Shopaholic: Pembacaan Konsumerisme dalam Dunia Fiksi dan Non-Fiksi

Belanja telah menjadi hobi kebanyakan manusia di epos modern, bahkan sudah mulai merasuk sel-sel dan sub-atom kehidupan. Tidak melakukan aktivitas tersebut berarti “mati”. Begitu juga Rebbeca Blomwood, tokoh rekaan dalam film Confession of Shopaholic, menjadi salah satu gadis dari jutaan manusia modern yang sudah terjebak dalam kehidupan budaya konsumersime. Aktivitas over belanja sudah berada pada level tertinggi dalam kehidupan kesehariannya, Rebbeca menemukan aktualisasi dirinya saat berbelanja ini-itu. Sebagai figur yang mapan, belanja tanpa brand ternama bisa menjadi masalah besar baginya, untung saja globalisasi menyediakan kartu ajaib bernama kartu kredit. Konsekuensi harga tinggi jadi tidak masalah karena bisa menghutang secara terhormat.

Film yang diangkat dari novel karya Sophie Kinsella dengan judul yang sama memperlihatkan kepada para penonton betapa anehnya perilaku manusia yang adiktif belanja. Tidak berlebihan saya kira ketika banyak scene yang menggambarkan patung-patung di etalase toko menjadi hidup untuk merayu Rebbeca agar segera membeli dan terus membeli. Sampai pada akhirnya, Rebbeca tidak bisa lagi menggunakan kartu-kartu ajaibnya, karena hutang sudah melilitnya. Si penagih, bahasa seramnya debt collector, mengincar Rebbeca ke mana-mana.

Kondisi materialnya mengkondisikan Rebbeca dalam menentukan cita dan mimpinya, ia ingin sekali bekerja di perusahaan majalah fashion ternama. Namun sayang, nasib justru membawa dia ke sebuah kantor majalah keuangan di Newyork. Keironisan cum tragedic dimulai.

Di kantor keuangan itu namanya jadi semakin populer, stasiun-stasiun televisi sering mengundangnya menjadi pembicara karena kemampuanya menuliskan artikel tentang mengatur finansial secara sehat. Kontradiksi diperlihatkan, ia yang mampu menulis tips keuangan dengan baik ternyata tidak mampu menghentikan kebiasaan berbelanjanya, bahkan semakin menggila.Intermezzo, karena menonton ini saya ingin mencurigai para pengkhutbah motivasi, bisa jadi lain ucapan/tulisan lain pula tindakan.

Konsekuensi Kapitalisme Lanjut?
Film ini menjadi penegur yang baik, apa lagi rilis tahun 2009, tahun di mana krisis ekonomi global sedang memuncak. Bisa membuat sakit hati para shopaholic. Jelas, ini refleksi yang menarik memperlihatkan getir kondisi manusia modern hari ini.

Ketika Marx berseru, “Kaum buruh sedunia bersatulah!” tampaknya ia belum sempat meramalkan bagaimana satu abad kemudian, buruh-buruh ternyata mampu “bersatu” dan beramai-ramai membeli produk-produk kapitalisme yang dikritikya. Bagi si kiri, fenomena yang dicerminkan via Rebbeca, menjadi mutlak implikasi dari hadirnya kapitalisme yang terus-menerus menggebu menyebarkan semangat akumulasi-ekspansinya. Karena budaya konsumerisme bukan hanya dianut oleh kelas atas, toh kelas menengah ke bawah pun ditarik menjadi pemuja konsumerisme. 

Realitas Rebbeca tidak parsial territorial. Alissa Quart penulis buku Belanja Sampai Mati (2008), menceritakan kondisi serupa juga terjadi di Korea Selatan. Perusahaan kartu kredit di negeri ginseng berlomba mengeluarkan kartu kredit untuk remaja pengganguran dan mahasiswa. Rebbeca masih dalam posisi setengah waras, karena dalam berkelit dari tagihan hanya tipu sana-sini, beda dengan para remeja di Korea Selatan, yang ironisnya ini bukan film, tingkat perampokan menjadi meningkat yang dilakukan oleh para remaja pengangguran karena untuk membayar tagihan kartu kredit mereka.

Kembali ke film. Apa yang dikonsumsi Rebbeca itu tak lebih dari sekedar tanda dari komoditas. Nilai tanda sedikit melampaui nilai guna dan nilai tukarnya Marx. Bagi Baudrillard objek/komoditas sebagai fungsi tanda, yakni pergeseran dari masyarakat metallurgic menuju masyarakat semiurgyyang merupakan dominasi total oleh kode pertukaran tanda. Baudrillard (dalam Totona: 2010) berpendapat nilai tanda sebagai nilai fundamental dalam ekonomi politik kapitalisme mutakhir menjadi begitu totaliter dalam mengarahkan pergerakan dan pertukaran struktur dalam masyarakat. Bahkan lebih dari itu nilai tanda adalah basis metafisis dalam masyarakat konsumen, karena melalui tandalah masyarakat melakukan identifikasi diri dan pertukaran struktur mereka. Ditegaskan pula oleh Pierre Bourdieu (1984) yang menyatakan dari apa yang dilakukan konsumsi terhadap kita menjadi bagaimana kita menggunakan konsumsi untuk tujuan pembeda sosial. Jadi manusia-manusia seperti Rebbeca dalam cerita nyata akan memilih produk branded, dan tentu lebih prestisius jika berhasil mengkonsumsi yang diproduksi secara limit edition berlabel ori untuk menentukan dan meningkatkan statusnya, sedang beberapa darinya cukup dengan membeli kw. Dalam pergaulan, mending nonkrong di KFC, Mc Donald, Starbuck dari pada warung Bu Ijem.

Membincangkan konsumerisme, selain konsepsi masyarakat konsumsi yang dijelaskan Jean Baudrillard (1998), yakni kondisi manusia kontemporer yang dikepung oleh berbagai faktor konsumsi yang seakan-akan tampak konkret yang berimplikasi pada ketidak-pernah-puasan manusia dalam memenuhi kebutuhannya, juga tak bisa lepas dari konsepsi kebutuhan palsu yang digagas oleh Marcuse. Dalam kondisi kejaran hutang, Rebbeca masih membeli scraf hijau yang sebenarnya tak ia butuhkan untuk memenuhi ilusi citra fashionnya. Inilah kebutuhan palsu itu!Kebutuhan-kebutuhan palsu ini merupakan tuntutan sosial yang perwujudannya berupa nilai-nilai dalam relasi sosial seperti status sosial, prestise, eksistensi, dan citra, yang dinyatakan melalui berbagai komoditas yang diperoleh dengan jalan konsumerisme. 

Kapitalisme selalu tampil energic dalam melakukan aktivitasnya. Tidak pernah mandeg dalam melakukan inovasi-inovasinya yang membuat ilusi. Sekilas seperti yang ditampilkan film yang dilakoni oleh komedian Isla Fisher ini, bujukan semacam etalase yang wah, iklan diskon dsb., menjadi perangkat sekaligus cara kapitalisme dalam meningkatkan profitnya. Di sekitar kita, dalam bahasa jenaka yang saya buat, pun muncul pula repressif capitalist apparatus sebagai perangkat ekspansi kapitalisme, atau bahasa umumnya sales-man. Bukankah mereka sering memaksa kita kan?

Meloncat ke Ritzer (2006), dalam analisisnya perilaku konsumsi seperti yang tersaji dalam film confession of Shopaholic adalah mengkonsumsi kehampaan. Kehampaan olehnya didefinisikan sebagai “bentuk sosial yang umumnya disusun, dikontrol secara terpusat tanpa isi substantif yang berbeda. Defenisi ini membawa serta didalamnnya tidak ada keputusan tentang yang diinginkan atau tidak diinginkan dari bentuk sosial seperti itu atau tentang kelaziman yang makin meningkat .”Mengkonsumsi merk, citra, tanda ini meluksikan perubahan sosial yang signifikan dalam masyarakat konsumsi. Komodifikasi bentuk yang tidak pernah habisnya pada akhirnya menuju pada kehampaan.

Dalam bukunya Globalization of Nothing yang dialih-bahasakan menjadi Mengkonsumsi Kehampaan di Era Globalisasi, Ritzer memprovokasi banyak hal tentang tindakan konsumsi. Salah satunya term baru yang ia ciptakan: grokal. Campuran antara global dan lokal. Mengutip Ritzer:

“...menurut defenisi, glokal merupakan beberapa kombinasi dari global dan lokal. Namun bila lokal menghilang, setidaknya dalam bentuk murninya...inovasi-inovasi akan dihasilkan dari kombinasi-kombinasi unik dari glokal. Namun inovasi-inovasi tersebut akan dipengaruhi oleh grobal.” (Ritzer: 2006)

Moral ekonomi kapitalisme adalah saling menyerang, dalam bahasa santunnya kompetisi. Globalisasi pun diserang, produk-produk globalisasi dilawan oleh lokal. Walaupun sejatinya perlawanan ini masih tanda tanya, karena tidak jarang lokal menyerang dengan bentuk mereplikasi atau mengitimasi yang global. Hadirnya produk-produk kw menjadi cirinya. Atau Jogja Chikenpertigaan Sumampir, Purwokerto, yang sering dikunjungi oleh para mahasiswa Unsoed itu adalah bentuk lain konfrontasi lokal terhadap global. Kini global dan glokal menjadi bias dan kabur makna. Lokal tak jarang bersetubuh dengan global dan menghadirkan term baru tadi, grokal.

Namun, dalam kacamata konsumerisme, fenomena ini berada dalam substansi yang sama, satu paket. Sama-sama beramai-ramai mengkonsumsi tanda atau kehampaan. Namun dalam tolerir nasionalisme, yang agak lokal wajahnya ditampakan lebih ayu. Walaupun sama-sama anomali, moralitas kelas menengah ke bawah mengatakan dosis konsumsi ori lebih parah dari konsumsi kw.

Kartu Kredit Itu
Saking terus menerusnya berbelanja, Rebbeca lupa, dia sudah menghabiskan kuota sejumlah kartu kredit melebihi limit. Tragisnya ia lupa pernah membelanjakan banyak barang lewat kartu-kartu ajaibnya itu, tahu-tahu tagihan sudah membengkak. Lebih sialnya lagi ia di PHK dari kantor tempat kerjanya. Saya jadi ingat 2011 lalu, ada berita tentang seorang nasabah meninggal terbunuh (dibunuh?) di Indonesia oleh penagih hutang kartu kredit. Musibah ini terjadi karena si korban tidak mampu membayar tagihan kartu kreditnya. Rebbeca beruntung sang sutrada membuat film ini bergenre drama komedi, jadi ia tidak sampai dibunuh oleh si debt collector.

Dalam film, si kartu kredit inilah yang menjadi pembawa bencana. Kehadiran kartu kredit telah menjadi perangkat yang mempermudah kapitalisme dalam percepatan aktivitas konsumsi para konsumen. Banyak para konsumen yang terjebak dalam hegemoni kartu kredit. Bukan satu-dua cerita ada orang yang terlilit dan dikejar hutang kartu kredit.

Setidaknyanya data dari Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) menginformasikan pada tahun 2004 pengguna kartu kredit di Indonesia mencapai 4,8 juta dan tentunya dalam rentang waktu 7 tahun belakangan ini jumlah pengguna akan meningkat. Berbanding lurus dengan semakin maraknya tempat-tempat yang menyajikan fasilitas kartu kredit dalam transaksinya. Kartu yang dimetaforkan Ritzer sebagai lintah darah plastik ini berhasil mendorong dan meningkatkan gairah orang untuk menjadi seorang shopaholic dan berbudaya hutang.

Kapitalisme dan Hasrat Si Shopaholic
Kontradiksi keseharian dalam film muncul saat Rebbeca menjadi salah seorang kolomnis keuangan. Mari kita mengandaikan sosok Rebbeca sebagai orang sudah mempunyai kemampuan mengatur finansial yang luar biasa. Setidaknya saat ia menulis artikel yang tiada lain sebenarnya refleksi dirinya sendiri saat berbelanja, abstraksinya Rebbeca tahu benar apa yang dia lakukan saat banyak berbelanja sebenarnya salah. Manusia tahu tapi kadang tidak pernah mau tahu, begitu juga Rebbeca.

Kemampuan dan pengetahuannya kalah telak oleh hasrat ingin berbelanja yang seakan tiada matinya. Seperti komentar duo Deleuze-Guattari (dalam Hartono: 2007), kapitalisme memang lebih berkonsentrasi pada gerakan hasrat. Fokus pada hasrat, sekurangnya disebabkan oleh dua alasan.Pertama, Keberlangsungan kapitalisme ditentukan oleh daya tarik yang diciptakan oleh kapitalisme itu sendiri. Dengan kata lain, kapitalisme eksis jika produk-produknya laku dalam media sosial. Konsumen adalah setiap orang. Dengan demikian, target produksi kapitalisme adalah individu-individu, tepatnya hasrat setiap individu. Dalam confession of Shopaholic, hasrat Rebbeca yang ditembak. Hasrat Rebbeca ditafsir sekaligus berusaha untuk dipuaskan melalui produk-produk yang diciptakan kapitalisme. Dan hadirnya kartu kredit adalah tafsiran yang cemerlang yang dilakukan kapitalisme kontemporer dalam menentukan definisi hasrat-hasrat manusia Rebbecanian.

Kedua, hasrat merupakan sumber atau bahan mentah terbesar produksi kapitalisme. Dalam bahasa lain, hasrat memiliki nilai surplus dalam dirinya. Nilai surplus inilah yang kemudian ditarik ke luar oleh kapitalisme dari rahim individu, dieksplorasi dan dimodifikasi.

Shopaholic menjadi suatu yang rumit dikendalikan. Tak hanya teori sosial yang mecoba menafsirkan dan mengkritik hal ini. Bidang kesehatan pun memaksa diri untuk terlibat memeriksa perilaku di luar batas ini. Adalah semacam OCD (Obsessive Compulsif Disorder) yang diderita oleh si shopaholic, penyakit psikologis yang menyebabkan penderitanya menjadi kecanduan dan tidak bisa menghentikan perilaku tertentu. Orang yang menderita OCD faham benar apa yang dilakukannya adalah tidak rasional, namun penderita tak mampu mengendalikannya, seperti Rebbeca, walau sudah mampu menulis tips keuangan yang bijak, namun masih tidak bisa mengontrol perilaku belanjanya. Dalam level tertentu OCD tak hanya merubah fungsi namun juga arsitektur otak. Maka tak heran, bisa jadi tak hanya diperlukan pusat rehabilitasi bagi shopaholic seperti yang ditampilakn lewat film confession of Shopaholic, tapi juga obat. Ya, obat dengan formulasi khusus dan resep dokter. Sepuluh-duapuluh tahun lagi, apotek-apotek mungkin tak hanya menjual obat sakit kepala, demam, batuk, tapi juga obat bagi penyakit shopaholic.

Jangan Mudah Menerima Tawaran Foto Telanjang

Atas nama seni, saat ini para model muda mudah sekali menanggalkan pakaian untuk difoto dalam sesi pemotretan telanjang. Namun model senior Heidi Klum memperingatkan para model tersebut supaya tidak gampang dimanfaatkan oleh para fotografer fashion yang berniat mencari foto-foto telanjang.

Model asal Jerman, yang sepanjang kariernya pernah beberapa kali difoto telanjang, mengatakan memang banyak fotografer fashion yang meminta perempuan-perempuan muda itu untuk membuat foto-foto bugil. Mantan model Victoria's Secret ini meminta para model untuk selalu waspada dengan permintaan semacam itu.

"Kalau Anda punya tubuh yang bagus, fotografer sering bilang, 'Oke, buka bajumu, dan bagaimana kalau kita buka juga yang ini'. Akhirnya dengan cepat Anda hanya mengenakan sedikit busana. Anda harus hati-hati dan tegas saat mengatakan 'tidak', khususnya ketika Anda masih sangat muda dan hidup sendiri. Tidak semua orang baik pada kita, dan berada di pihak Anda," ujar Heidi, yang sekarang menjalin hubungan dengan bodyguard-nya, Martin Kristen.

Setiap model harus punya alasan yang kuat mengapa dirinya bersedia difoto telanjang. Dalam artikel di majalah Allureedisi Mei 2012, di mana ia tampil tanpa busana, Heidi membahas mengapa ia tak pernah menjalani operasi plastik. Foto telanjang itu memperlihatkan dirinya apa adanya.

"Aku bangga bisa bilang bahwa hingga hari ini di usiaku, aku belum pernah melakukan (operasi plastik) apa pun. Setiap orang punya pandangan apa yang tidak cantik, dan (operasi plastik) memang tidak terlihat cantik untukku."

Lebih lanjut, perempuan berusia 39 tahun ini menambahkan bahwa pengetahuannya dalam bisnis modelling bertambah bersama dengan pengalaman yang didapat. Saat masih muda ia belajar untuk tidak mudah merasa takut.

"Kalau Anda masih muda dan cantik, Anda tidak boleh rapuh. Bukannya aku akan menyakiti siapa saja supaya bisa mencapai puncak, tapi kita harus membawa keyakinan diri dan tetap waspada," katanya.

Panorama Cantik dari Gondola Terbaik di Dunia

Naik gondola, melihat pemandangan dari ketinggian, selalu terasa menyenangkan. Di Indonesia, ada dua gondola atau kereta gantung yang terkenal yaitu gondola di Ancol Taman Impian dan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurut beberapa pemberitaan, Indonesia akan menambah koleksi gondola yaitu di Sawahlunto, Sumatera Barat dan Bandung, Jawa Barat. Nah, di setiap negara di dunia pun memiliki gondola andalan mereka. Berikut beberapa gondola terbaik di dunia. 

Gulmarg Gondola, India. Gondola ini berada di utara India, tepatnya di Jammu dan Kashmir. Berada di ketinggian sekitar 4267 meter di atas permukaan laut, menjadikan gondola disebut-sebut sebagai gondola tertinggi di dunia. 

Naik gondola ini menawarkan pemandangan Pegunungan Himalaya yang begitu magis. Pepohonan cemara ditutupi salju putih menjadi panorama di musim dingin. 

Ngong Ping 360, China. Gondola di Pulau Lantau, Hongkong, China, ini melintasi pusat kota Tung Chung menuju dataran tinggi Ngong Ping. Panorama kota dengan gedung-gedung tinggi khas Hongkong menjadi latar belakang saat mengendari gondola.

Lalu dilanjutkan panorama di Pulau Lantau yang menakjubkan terutama patung Tian Tian Buddha, patung Buddha duduk di ruang terbuka tertinggi di dunia. Kabin gondola tersedia dalam beberapa kelas, salah satunya dihiasi kristal Swarovski.

The Skyrail Rainforest Cableway, Australia. Gondola berikut ini berada di Queensland, Australia. Kereta gantung sepanjang 7,5 kilometer tersebut melewati hutan hujan tropis milik Australia. 

Spokane Falls SkyRide, Amerika Serikat. Gondola ini berada di Spokane, Washington, Amerika Serikat. Penuh dengan nuansa air, gondola melewati air terjun dan bendungan Spokane, lalu melewati balai kota yang bernuansa art deco.

Kemudian, gondola akan dibawa turun ke Hungtington Park Natural Area. Lalu, gondola melewati sungai Spokane. 

Dubrovnik, Kroasia. Waktu terbaik untuk naik gondola yang berada di Dubrovnik, Kroasia, ini adalah malam hari. Pemandangan matahari tenggelam di cakrawala lautan Adriatic menjadi andalannya. Sementara di bawah saja, lampu-lampu di kota mulai menyala bagai kerlap-kerlip kunang-kunang.

Fuente Dé Cable Car, Spanyol. Gondola yang satu ini berada di Cantabria, Spanyol. Bentuknya memang kecil, namun ia melintasi tebing bebatuan dan lembah. Panorama menakjubkan pegunungan Picos de Europa menjadi andalannya.

Senin, 21 Januari 2013

Warga Inggris Gugat Merek Cap Kaki Tiga

Keberadaan merek Cap Kaki Tiga yang terdaftar di Kementerian Hukum dan hak Asasi Manusia kembali digugat. Kali ini merek yang terdaftar atas nama Ken Wen Drug Pte Ltd itu digugat seorang warga negara Inggris, Rusel Vince, di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Menurut Russel, Ken Wen tidak berhak mendaftarkan merek Cap Kaki Tiga beserta sebuah gambar kaki tiga. Ia beralasan, gambar kaki tiga yang digunakan sebagai simbol mereknya adalah lambang dari sebuah negara, yaitu Isle Of Man.

Isle Of Man merupakan sebuah negara yang berlokasi di antara negara Ingris, Skotlandia, dan Irlandia Utara. Gugatan sudah dibacakan pekan lalu di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Namun, seusai persidangan, kuasa hukum Russel enggan berkomentar.

Sementara dalam berkas gugatan disebutkan, yang menjadi dasar diajukan gugatan tersebut adalah lambang negara tidak bisa dijadikan sebagai merek sebuah produk. Cap Kaki Tiga merupakan merek untuk jenis produk minuman.

Ken Wen diketahui telah mendaftarkan lebih dari satu merek untuk produknya di Ditjen HaKI pada Kementerian Hukum dan HAM. Sebelumnya, pendaftaran merek Cap Kaki Tiga juga dipersoalkan oleh PT Sinbe Budi Santosa karena menggunakan gambar badak dan bertuliskan larutan penyegar.

Selain itu, penggunaan gambar kaki tiga oleh Ken Wen dikhawatirkan akan berujung kepada konflik antarnegara, yaitu Indonesia-Isle of Man. Apalagi, keberadaan merek Cap Kaki Tiga sempat menjadi sengketa. Russel takut kalau permasalahan hukum akan memberikan persepsi kalau negara Isle of Man terlibat, padahal tidak.

Oleh karena itu, dalam tuntutannya, ia meminta kepada hakim agar memerintahkan Ditjen HaKI membatalkan pendaftaran merek Cap Kaki Tiga. Adapun atas gugatan tersebut, rencananya akan ditanggapi oleh Ken Wen pada Senin (21/1/2013) ini.

Kuasa hukum Ken Wen, Agus Nasruddin, mengatakan, pihaknya belum bisa menjelaskan bagaimana tanggapannya terkait gugatan tersebut. "Itu akan saya sampaikan dalam berkas jawaban," ujar Agus.

5 Rumus Bahagia


Bahagia adalah hak setiap orang. Rasa bahagia bagaimanapun dapat mempengaruhi kesehatan sehingga orang yang bahagia biasanya dapat lebih panjang umur. Namun kadang hidup tak selalu dipikir bahagia oleh Anda. Padahal, mungkin masih banyak hal di sekitar Anda yang dapat membuat Anda merasa bersyukur dan bahagia.

Ada yang bilang bahagia itu “diciptakan” bukan “dicari”. Ini mungkin benar, karena Anda sebenarnya dapat menciptakan sendiri kebahagiaan Anda. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dapat Anda lakukan untuk merasa lebih bahagia.

1. Jangan mulai dengan hal-hal besar.Pencapaian besar mungkin dapat membahagiakan. Namun apa salahnya jika hal-hal kecil yang sepertinya terlihat sepele sudah dapat membuat Anda lebih bahagia. Cobalah untuk tidak menunggu hingga terlalu lapar untuk makan dan cukup tidur. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa kedua hal ini memiliki dampak besar pada kebahagiaan.

2. Jangan biarkan kemarahan terlalu lama. Penelitian menunjukkan, bagaimanapun, amarah merupakan rasa alamiah manusia. Orang tidak dapat terlepas dari rasa marah. Namun setidaknya manusia dapat mengendalikannya. Jangan biarkan rasa itu bertahan terlalu lama dalam pikiran Anda. Lepaskan kemarahan dan rasa negatif lainnya sesegera mungkin.

3. Berpura-puralah sampai Anda merasakannya. Perasaan mengikuti tindakan. Jika Anda sedang merasa sedih, sengajalah untuk bertindak ceria, maka Anda akan menemukan diri Anda benar-benar merasa bahagia.

4. Nikmati segala proses, bahkan kegagalan. Jangan takut dalam menghadapi tantangan dan hal-hal yang baru, karena itulah kunci kebahagiaan. Otak manusia jika dirangsang dengan kejutan maka akan memberikan rasa puas yang kuat. Selalu katakana pada diri Anda, “nikmati hikmah dari kegagalan.”

5. Jangan “mamanjakan” rasa sedih Anda. Orang seringkali justru menikmati berlarut-larut dengan rasa sedih. Bahkan rasa sedih seringkali jadi alasan orang untuk makan lebih banyak dan menghamburkan banyak uang. Maka Anda harus lakukan sebaliknya, keraslah pada rasa sedih Anda. Jangan biarkan Anda berlarut-larut dalam kesedihan.

Pria Dibalik Longchamp


Sebuah kesempatan yang membanggakan Harper's Bazar Indonesia dapat berbincang langsung dengan sosok pria dibalik Longchamp yang mengidentifikasikan kemewahan Prancis di industri leather goods.

Ketika Harper's Bazar Indonesia menanyakan perihal Longchamp yang merilis koleksi busana siap pakai CEO Longchamp, Jean Cassegrain pun menjawab dengan lantang jika itu merupakan salah satu bentuk untuk mengekspresikan label tempat dia bernaung. Ia pun mengatakan jika pakaian yang dirilis selalu dalam jumlah terbatas dengan outwear seperti coat, overcoat, dan jaket.

Menurutnya koleksi tersebut akan sangat nyaman jika digunakan untuk traveling dengan desain orisinil. Selain berbicara mengenai pakaian, tak afdol rasanya jika tidak berbincang tentang desain tas Longchamp musim ini.

Menurut Jean pada musim ini, Longchamp banyak mengambil inspirasi dari negara Bollywood alias India. Motif yang digunakan seperti kelopak bunga sangat menggambarkan tradisi atau kebudayaan masyarakat India.

"Seperti yang kita ketahui kelopak bunga sering dipergunakan oleh masyarakat India untuk upacara tradisional khas India seperti persembahan," ujar Jean. Ia juga menuturkan jika warna-warna yang digunakan pada desainnya kali ini, adalah warna-warna mencolok, sehingga dapat mengekspresikan sebuah rasa keceriaan atau pun kegembiraan.

So, mau tahu kenapa wanita banyak menggunakan produk Longchamp, ini jawaban sang ahli. Menurut Jean Prancis, karena Longchamp merupakan produk terfavorit dari wanita Prancis.

Wanita Prancis umumnya bergaya elegan, chic, simple, mempesona secara alami, dan discreet, sama halnya seperti produk yang telah dipasarkan oleh Longchamp selama ini. Selain itu, Longchamp juga hadir dengan produk-produknya yang mudah dibawa kemana-mana dan tidak mudah rusak.

Jumat, 18 Januari 2013

10 Fakta Menarik Tubuh Pria


Di balik otot dan perut six pack-nya, tersimpan fakta menarik tentang tubuh pria, termasuk daerah sensitifnya. Mau tahu? Ini dia:

1. Pria bebas selulit.
Selulit sangat akrab di tubuh perempuan, entah itu di paha, bokong, perut, dan lengan atas. Tapi menariknya, selulit alias lemak nakal itu tidak pernah mampir di tubuh pria. Sebenarnya pria juga memiliki lemak, masalahnya pada pria lemak itu berhasil disembunyikan. Kulit manusia berlapis. Lapisan dasar adalah otot, lapisan berikutnya adalah lemak, kemudian jaringan saraf dan kulit luar. Pada perempuan, lapisan lemaknya lebih tebal, sementara jaringan saraf dan kulit luarnya lebih tipis daripada pria, lapisan kulit luarnya lebih tebal sehingga lemak tidak menonjol ke luar.

2. Merokok bisa mengakibatkan impotensi.
Peringatan ini bukan isapan jempol. Pasalnya, sebatang rokok mengandung jutaan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh dan kandungan nikotinnya menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Bila hal ini terjadi, jumlah darah yang menuju Mr P sangat sedikit dan tidak dapat mendukungnya untuk ereksi. Para ahli percaya merokok akan meningkatkan risiko impotensi pada pria sebanyak 30-50 persen saat pria berusia 40.

3. Pria memiliki bulu lebih banyak.
Pernah merasa heran mengapa tubuh pria lebih banyak bulu daripada perempuan? Hal ini disebabkan hormon androgen yang merangsang pertumbuhan bulu pada pria.

4. Gairah seks tak kenal usia.
Bagi pria tidak ada usia tua untuk gairah. Apalagi penelitian membuktikan bahwa sampai usia di atas 40 pun gairah pria tetap menyala. 
Hasil penelitian yang dilakukan di Australia University of Sydney mengungkapkan bahwa kadar testosterone pria tidak akan menurun meskipun usianya sudah tua.  Kadar testosterone hanya akan menurun jika pria mengalami masalah kesehatan seperti obesitas atau penyakit jantung. Faktor kurang tidur juga dianggap sebagai salah satu penyebab gairah seks menurun.

5. Aroma tubuh pria lebih menyengat.
Aroma tubuh yang menyengat adalah salah satu masalah terbesar pada pria. Wajahnya mungkin setampan Liam Hemsworth, tapi begitu Anda dekati, bau badannya membuat Anda merasa ilfil. Penyebab bau badan adalah kombinasi keringat dan bakteri. Pada pria, tingginya hormon testosteron memicu produksi keringat terutama di ketiak, selangkangan, dan lipatan lainnya, yang lebih banyak dibandingkan perempuan.

6. Jakun pria lebih menonjol.
Baik pria dan wanita sama-sama memiliki jakun. Hanya saja, jakun pria memang lebih besar, karena kotak suara pria lebih besar dari perempuan, sehingga tulang rawan (jakun) yang membungkusnya pun lebih tebal dan menonjol. Makin besar dan menonjol jakun, makin berat pula suara yang dihasilkan. Yang menarik, suara pria, yaitu testosteron, yang menjadi indikasi kualitas dan kesehatan seksualnya. Tak heran perempuan lebih suka pada pria bersuara berat.

7. Pria lebih cepat mengalami kebotakan.
Meski bulu pada tubuh pria lebih rimbun daripada perempuan, tapi menariknya mereka lebih cepat mengalami kebotakan. Coba Anda perhatikan, banyak pria yang baru memasuki usia 30, rambutnya sudah rontok. Penyebabnya adalah hormone seks dihydrotestosteron (DHT). Hormon ini secara bertahap mengikis folikel rambut di kulit kepala. Makin bertambah usia, kepala semakin licin tanpa rambut.

8. Pria gampang ereksi.
Bagi setiap pria normal dan matang secara seksual, ereksi adalah sesuatu yang normal. Ereksi tidak melulu akibat adanya rangsangan atau daya tarik seksual. Pria juga mengalami ereksi pada saat tidur atau bangun pagi dengan istilah nocturnal atau morning erection. Mengapa ini terjadi? Ini merupakan peristiwa yang normal, akibat pompaan aliran darah ke Mr P yang didukung oleh kadar hormone testosteron yang cukup tinggi. Serta adanya rangsangan saraf pro-ereksi akibat kandung kemih yang penuh.

9. Mr P dan berat badan.
Selama ini pria gemuk kerap diidentikkan dengan ukuran Mr P yang kecil. Sebenarnya hal ini bukan karena Mr P yang mengecil. Pada prinsipnya ukuran Mr P tidak berhubungan langsung dengan berat badan. Yang benar adalah pria gemuk memiliki lemak yang lebih banyak di daerah panggul dan di sekitar Mr P. Nah, lemak tersebutlah yang menutup Mr P sehingga terlihat lebih pendek.

10. Banjir keringat.
Pernah melihat tubuh kekasih basah oleh keringat di pagi hari? Ini hal yang biasa terjadi. Secara alami tubuh pria akan mencapai temperatur tertinggi menjelang tidur dan turun drastis menjelang bangun tidur. Turunnya temperatur tubuh inilah yang memicu keluarnya keringat ketika bangun di pagi hari. Selain faktor alami, penyebab banjirnya keringat adalah tingkat stres. Makin tinggi tingkat stres, maka semakin gampang berkeringatlah ia.