Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

Bernostalgia Main Tamiya Sambil Makan di Kafe Shuminova


Pernah mengoleksi Tamiya waktu kecil? Mobil balap rakitan ini sempat menjadi tren mainan di kalangan anak lelaki beberapa puluh tahun lalu. Kalau Anda rindu ingin memainkannya lagi, Anda bisa mampir ke kafe Shuminova di Jepang.

Shuminova tampaknya menjadi tempat bernostalgia yang cocok bagi para pria usia awal 30-an. Namanya saja berarti hobi (shumi) dalam Bahasa Jepang, sementara 'nova' merujuk pada ledakan nostalgia yang selama ini dipendam para pria yang kini sudah dewasa.

Lupa cara merakit dan memainkan Tamiya? Tak perlu khawatir, di sini pemilik dan stafnya merupakan pakar mainan Mini 4WD. Bahkan, Anda juga bisa membeli suku cadang aslinya di Shuminova. Berbagai brosur tentang berita terbaru Tamiyapun dapat Anda baca di sini.

Masih kurang? Setiap Senin dan Kamis, lantai Shuminova akan disesaki oleh lintasan balap Tamiya yang panjang dan berliku. Anda bisa mengadu kehebatan mobil Tamiya Anda dengan mainan milik pengunjung lain. Seru!

Tentu saja, bukan kafe namanya kalau tidak menyajikan makanan dan minuman. Ternyata, selain pilihannya banyak, citarasanya juga dijamin enak. Reporter situs Rocket News 24 (06/04/13) mencicipi 'Chili Sauce Teriyaki Chicken'.

"Hidangan ini ternyata bermutu tinggi. Renyah di luar namun lembut di dalam. Rasa pedas manisnya yang sederhana terasa menusuk ke jantung. Mencampurkan selada akan membuatnya sempurna," komentarnya. Di sini juga ada Rare Rare Cheesecake, yakni cheesecake yang tak dipanggang dan terbatas jumlahnya setiap bulan.

Selain Tamiya, Anda juga bisa bernostalgia dengan video game jaman dulu. Sambil duduk di sofa dan ngemilcheesecake, mata Anda mungkin akan terpaku ke layar TV besar sambil tangan sibuk memainkan Nintendo atau Playstation. Adapula gitar dan laptop untuk menemani Anda melupakan pekerjaan sejenak.

Tertarik mampir? Datang saja ke Shuminova di Shinjuku, Tokyo, Jepang!

Rabu, 06 Februari 2013

Panti Asuhan Unik dari Kontainer Bekas


Sepasang saudara mendirikan panti asuhan pada tahun 2000. Panti asuhan ini berada di Midrand, Afrika Selatan.
Anak yang mereka asuh mulai dari bayi hingga usia 16 tahun. Mereka membangun panti asuhan ini bagi anak-anak yang ditinggalkan atau kehilangan orang tua mereka.
Umumnya, alasan anak-anak ini terlantar karena kemiskinan, HIV, atau masalah sosial lainnya. Karena jumlah anak yang bergabung dalam panti asuhan ini semakin banyak, maka panti asuhan New Jerusalem ini meminta 4D and A Architects membangun rumah baru bagi anak-anak tersebut.
Firma arsitektur tersebut lalu menggunakan kontainer pengiriman barang sebagai material utama bangunan. Alasannya sederhana. Bahan ini 25 persen lebih murah ketimbang rumah konvensional berbahan batu bata dan adukan semen.
Setiap unit kontainer berisi cukup ruang untuk dua belas anak dan seorang ibu asuh. Kedua rumah di wilayah ini berbagi dapur komunal, ruang makan, dan area santai.
Semua ruang yang ada dalam fasilitas ini tampak sangat menginspirasi. Tidak hanya membuat anak-anak yatim merasa nyaman dan dicintai, namun juga membantu merangsang pertumbuhan mereka yang terlambat.
Bagian eksteriornya dibuat berwarna-warni. Warna oranye, putih dan biru tampak mendominasi. Alhasil, ketika malam tiba, jendela-jendela besar dan jendela berbentuk lingkaran tampak bercahaya.
Di dalamnya, tampilan rumah ini cukup sederhana. Dinding kontainer tampak tidak tertutup. Sebagian lantai diberi penutup kayu, sebagian lagi ditutup karpet.
Namun, tentu saja, pembiayaan merupakan tantangan bagi panti asuhan ini. Karena itulah, New Jerusalem meminta bantuan kepada donor swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan Departemen Perkembangan Sosial. Sampai saat ini, New Jerusalem tetap mencari bantuan agar misi kemanusiaan mereka menolong anak-anak korban kerasnya kehidupan ini tetap berjalan.

Senin, 04 Februari 2013

10 Arti Bahasa Tubuh


Setiap gerakan tubuh seperti memiringkan kepala atau menggaruk sebenarnya memiliki sebuah arti sendiri. Tanpa disadari, semua anggota tubuh mulai dari wajah, tangan, tubuh, hingga kaki bisa bercerita, tetapi kadang kita tak memahami artinya. Berikut beberapa arti bahasa tubuh yang sering Anda lakukan.

1. Menyibak rambut
Ketika Anda mulai menyibakkan rambut, gerakan ini mengandung arti gabungan dari grogi dengan flirting. Gerakan ini dianggap mampu menarik perhatian lawan jenis dengan gaya yang elegan dan feminin. Menyibak rambut dianggap bisa membingkai wajah dan leher dengan lebih cantik. 

2. Berkedip
Normalnya, seseorang berkedip sebanyak enam sampai delapan kali per menit. Namun, saat stres, Anda akan berkedip lebih sering. Nah, jika Anda atau pasangan sangat sering berkedip, kemungkinan stres sedang melanda.

3. Menggigit bibir
Menurut psikolog sekaligus penulis buku The Nonverbal Advantage, Carol Kinsey Goman, ketika Anda menggigit, mengisap atau menjilat bibir, Anda menggambarkan perasaan hati yang sedang dalam tekanan dan canggung. "Dengan menggigit bibir, Anda mencoba untuk menghibur atau menenangkan diri sendiri," tukasnya. 

4. Menggaruk hidung
Ketika sedang berbicara pada seorang teman atau pasangan dan mereka menggaruk hidung, maka berhati-hatilah akan ucapannya. Sebab, bisa jadi ia sedang berbohong. "Ketika seseorang berbohong, maka adrenalinnya akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan pembuluh kapiler membesar dan membuat hidung menjadi gatal," ungkap Michael Cunningham, psikolog dan profesor di University of Louisville, AS.

5. Menutup mata
Tak ada orang yang senang dengan pembicara yang terlalu banyak mengoceh. Perhatikan lawan bicara Anda, jika ia menutup matanya selama beberapa detik, atau menggosok-gosok matanya, maka bisa jadi ia tak tertarik mendengarkan ocehan Anda. Gerakan ini menjadi isyarat visual untuk mencegah pendengaran tertentu yang tak diinginkan. Selain itu, hal ini juga menjadi mekanisme bertahan hidup untuk mencegah otak mengolah berbagai hal yang tak diinginkan.

6. Menurunkan pandangan
Gerakan ini merupakan isyarat untuk Anda berbicara dengan lebih lemah lembut. Biasanya hal ini sering kali dilakukan oleh anak kecil untuk mencari respons orang tuanya. Jika seseorang melakukan hal ini, maka kemungkinan besar ia sedang mencari empati Anda. Maka, bersikaplah lebih lembut padanya.

7. Mengerucutkan bibir (cemberut)
Menurut Paul Ekman, profesor di University of California, gerakan ini merupakan sebuah tanda kemarahan. 

8. Memiringkan kepala
Tanpa disadari ketika mendengar cerita teman, Anda memiringkan kepala. Ternyata hal ini bukan berarti Anda bosan mendengar ceritanya, tetapi sebaliknya, gerakan ini justru menunjukkan bahwa Anda tertarik mendengarkannya. Secara fisik, Anda menunjukkan bahwa Anda tertarik dan ingin mendengar semua detail cerita.

9. Menaikkan atau mengerutkan alis
"Menaikkan alis di satu atau kedua mata menunjukkan ekspresi rasa ingin tahu dan ketertarikan akan suatu hal," ungkap Laura Guerrero, profesor komunikasi di Arizona State University Hugh Downs School of Human Communication. Dan sebaliknya, mengerutkan alis menunjukkan emosi yang negatif, seperti kebingungan dan ketakutan.

10. Mengedarkan pandangan ke atas atau samping
Saat orang bercerita tentang suatu kejadian, pasti Anda tak akan langsung percaya begitu saja. Ingin tahu apakah teman Anda benar-benar melihat kejadian tersebut atau hanya mendengar dari orang lain? Perhatikan saja matanya. 

Ketika seseorang mencoba bercerita dan mengingat sebuah kejadian yang dilihatnya, maka bola matanya akan bergerak ke sudut dan melihat ke atas, seolah ia mencoba membayangkannya kembali. Sedangkan jika ia mencoba mengingat sesuatu yang didengarnya, maka bola matanya akan bergerak ke arah samping menuju salah satu telinganya, seolah ia mencoba mendengarkan cerita kembali.