Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 April 2013

Biografi R.A Kartini


Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak. Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan 
jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.

Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu. Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya. Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional. Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.

Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya. Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.

Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi. Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Kamis, 10 Januari 2013

Inilah Bocah Pengganti Steve Jobs


Setelah meninggalnya visioner dan pendiri Apple, Steve Jobs, semua orang bertanya-tanya siapakah yang mampu menggantikannya. Bukan untuk menggantikannya sebagai CEO Apple karena Apple telah menunjuk Tim Cook untuk jabatan tersebut.

Steve Jobs terkenal dengan pesona, kejeniusan, dan visi masa depannya. Karakter dan sifat Jobs inilah yang menjadi fokus semua orang sehingga memunculkan pertanyaan, siapa "The Next Steve Jobs".

Pertanyaan tersebut sepertinya akan segera terjawab. Dalam sebuah acara sharing teknologi TEDx ManhattanBeach, seorang anak yang masih duduk di bangku kelas VI SD tampil memukau saat mempresentasikan produk ciptaan dan perusahaan startup-nya kepada hadirin. Dia penuh percaya diri dan punya bahasa tubuh yang mengingatkan publik terhadap mendiang Steve Jobs.

Anak ini bernama Thomas Suarez, seorang anak berusia 12 tahun asal California, AS. Dia adalah pendiri sebuah perusahaan startup CarrotCorp yang saat ini sedang mengembangkan aplikasi untuk sistem operasi Apple iOS.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Thomas Suarez ternyata memang seorang pengagum Steve Jobs. Dia telah tertarik membuat program komputer sejak taman kanak-kanak dan belajar secara otodidak beberapa bahasa pemrograman, seperti Phyton, C, dan Java.

Karya pertamanya, yaitu Earth Fortune, hadir pada akhir tahun 2010 lalu, sebuah program yang memungkinkan perubahan warna Bumi berdasarkan peruntungan penggunanya.
Saat ini, Thomas tetap fokus menimba ilmu di sekolah formal sambil tetap mengelola perusahaan CarrotCorp.

Dalam presentasinya di TEDx, ia sedang memaparkan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan startup-nya itu. Selain memukau mereka yang hadir, Thomas juga membuat publik penasaran dengan memamerkan sebuah tagline yang berbunyi, "Uploading pictures will never be the. Coming soon".
Apakah Thomas Suarez dapat menggantikan idolanya, Steve Jobs? Setidaknya dia mempunyai potensi untuk menuju ke arah sana.

Rabu, 26 Desember 2012

Fashionpedia : Mengenal Sosok Anna Wintour


Dalam industri fashion, tidak ada yang tidak mengenal Anna Wintour, dia adalah seseorang yang paling diharapkan berada di deretan depan kalau kalian adalah seorang fashion designer. Bagi kalian yang berharap menjadi supermodel, akan menjadi impian bisa berada dalam majalah fashion ternama Vogue, di mana Anna menjabat sebagai editor in chief Vogue Amerika sejak 1988.

Anna Wintour lahir pada 3 November 1949 silam. Ayahnya, Charles Wintour adalah editor London Evening Standart, sedangkan sang ibu, Eleanor 'Nonie' Trego Baker, adalah profesor hukum lulusan Harvard. Kemudian kedua orangtua-nya bercerai, sampai akhirnya sang ayah menikah lagi dengan Audrey Slaughter yang merupakan editor majalah. Ternyata, Anna masih memiliki darah kerajaan, melalui nenek buyutnya yang merupakan Duchess of Devonshire. Darah jurnalis tidak hanya menurun pada Anna, demikian pula adik laki-lakinya, Patrick yang juga seorang jurnalis dan editor politik di The Guardian. Sementara James dan Nora Wintour bekerja dalam pemerintahan London.

Anna yang mulai menggunakan ciri khas rambut bob di usia 14 tahun telah memiliki ketertarikan terhadap dunia fashion sejak remaja. Di usia ke-15 Anna mendapatkan pekerjaan pertamanya di Bibaba Boutique. Tahun berikutnya Anna meninggalkan pendidikannya di North London Collegiate dan memulai program pelatihan di Harrods, ia juga mengambil kelas fashion di dekat sekolahnya. Dan kemudian karir-nya sebagai fashion jurnalis dimulai saat kekasihnya (Anna dulu dikenal karna ia kerap mengencani pria yang jauh lebih tua) memberikan pengalaman pertama baginya bekerja dalam produksi majalah Oz yang tengah populer.

Tahun 1970, saat mahalah fashion Harper's Bazaar UK bergabung dengan Queen dan merubah nama menjadi Harper's & Queen, Anna dipekerjakan sebagai salah satu asisten editorial. Tapi ternyata ia sudah lama menginginkan pekerjaan sebagai editor majalah Vogue. Kemudian setelah perseteruannya dengan editor Min Hogg, yang disebut-sebut sebagai saingannya, ia berhenti bekerja dan pindah ke New York bersama kekasihnya pada saat itu, freelance journalist Jon Bradshaw.


Di New York Anna memulai karir sebagai junior fashion editor Harper's Bazaar pada 1975. Oleh seorang teman Jon, Anna diperkenalkan kepada Bob Marley, dan menghilang selama seminggu! Beberapa bulan kemudian Jon membantu Anna mendapatkan posisi sebagai fashion editor di Viva, majalah wanita dewasa yang dimulai oleh istri publisher Penthouse Bob Guccione, Kathy Keeton. Karir Anna semakin meningkat, ia berada pada posisi yang mengharuskannya menjaga reputasi. Tahun 1978 Guccione menutup Viva, selama beberapa tahun Anna memilih tidak bekerja, baru pada 1980 ia kembali bekerja di majalah wanita yang baru saja berdiri, Savvy.

Tahun berikutnya Anna menjadi fashion editor New York. Di sana karya fashion spread dan photoshoot-nya sukses menarik perhatian banyak pihak, hingga editor Edward Kosner memberinya kesempatan mengerjakan bagian cover. Hasilnya? Anna sukses membuat New York mendapatkan penjualan tertinggi. "Anna melihat sesuatu yang datang dari seorang celebrity sebelum yang lain melihat hal  tersebut." Ujar Grace Coddington.

Dan kesempatan yang ia nantikan pun datang ketika seorang teman mengatur sesi interview-nya dengan editor Vogue Grace Mirabella, dan dengan tegas ia mengatakan kalau ia menginginkan pekerjaan di Vogue. Anna pun memulai karir sebagai creative director pertama di Vogue. Ia membawa perubahan bagi Vogue, sering kali keputusan ia buat tanpa sepengetahuan Grace, menjadikannya buah bibir di antara para staff. Setahun kemudian Anna mengambil alih British Vogue setelah Beatrix Miller pensiun.

Anna melakukan banyak perubahan pada British Vogue, termasuk mengganti banyak staff dan lebih mengkontrol segala pergerakan, hingga ia dijuluki 'Nuclear Wintour' oleh para staff di majalah fashion tersebut. Anna ingin menjangkau lebih banyak wanita sebagai konsumen British Vogue, "ada jenis wanita baru di luar sana", ujarnya pada Evening Standard. "Mereka tertarik dengan bisnis dan uang. Mereka tidak memiliki waktu untuk berbelanja lagi. Mereka ingin tahu apa, mengapa, kenapa, di mana, dan bagaimana." Yes, Anna ingin menjangkau para wanita karir seperti dirinya.

Tahun 1987 ia kembali ke Amerika dan mengambil aluh House & Garden. Lagi, ia melakukan banyak perubahan, bahkan membatalkan photo spreads dan artikel bernilai 2 juta dollar di minggu pertamanya! Ia memasukkan banyak fashion hingga akhirnya majalah tersebut lebih dikenal dengan House & Garment. 

Tahun 1988 Anna menjadi editor Vogue Amerika di bawah Mirabella, di mana Vogue saat itu lebih fokus pada lifestyle ketimbang fashion, kemudian orang-orang di dalamnya pun takut kalau majalah ini akan kehilangan identitasnya. Dan lagi, ketika Anna benar-benar mengambil alih, ia melakukan banyak perubahan pada staff, juga gaya pada sampul depan majalah. Ketika Mirabella identik dengan foto close up wajah para model ternama di dalam studio, Anna memperlihatkan lebih banyak bagian tubuh dan jarang menggunakan model ternama, dan memadukannya dengan pakaian-pakaian mahal dan gaya high fashion. First magazine issue yang ia tangani adalah November 1988, ia membuat untuk pertama kalinya model cover Vogue menggunakan celana jeans. Edisi Juni 1989, Vogue mulai mencantumkan nama fotografer, model, make up artist serta hair stylist yang terlibat di dalamnya. Vogue pun kembali pada identitasnya, fashion.

Di tahun 2008 krisis ekonomi juga ikut berimbas pada Vogue dan karir Anna, ia mengalami masa-masa sulit, bahkan banyak isu beredar ia akan segera pensiun. Nama Carine Roitfeld editor Vogue Perancis dan editor Vogue Russia Aliona Doletskaya disebut-sebut akan menggantikan posisi Anna Wintour. Tahun 2009 Anna tampil dalam 60 Minutes, menjelaskan kalau ia tidak akan pensiun, "bagi saya sangat menarik berada di posisi ini dan menurut saya akan sangat tidak bertanggung-jawab utuk tidak melakukan yang terbaik dan membawanya pada masa yang lebih baik." 

Perjalanan panjang hingga akhirnya sampai kini Anna bertahan sebagai editor in chief Vogue Amerika, Anna juga adalah penggagas event tahunan Fashion Night Out. Anna disebut-sebut sebagai editor fashion paling berpengaruh di dunia, dugaan ini semakin diperkuat ketika mantan personal asistennya, Lauren Weisberger, menulis The Devil Wears Prada yang akhirnya menjadi salah satu film fashion yang sukses. Dalam film tersebut kita bisa melihat seberapa besar kekuatan seorang editor fashion yang diperankan oleh aktris Maryl Streep, Miranda Priestly, terhadap industri fashion termasuk karya fashion designer. Di tahun 2009 R.J. Cutler juga membuat film dokumenter mengenai seorang Anna Wintour berjudul The September Issue.


Hingga kini kritik terus berdatangan untuknya, mulai dari PETA yang 'mengutuk' kesukaan Anna akan produk fashion dengan bahan dasar kulit dan bulu binatang, atau yang lebih serius menggunakan majalah fashion sebagai alat promosi pandangan feminis dan kecantikan. Yang terakhir adalah keterlibatannya dalam dunia fashion, menggalang dana untuk terpilihnya kembali Barack Obama.


Pujian pun banyak ia dapatkan lantaran dukungannya terhadap fashion designer muda, yang bahkan tidak dikenal sekalipun. Kabarnya Anna adalah orang di balik terpilihnya John Galliano untuk rumah mode Christian Dior, walaupun kini John telah dipecat akibat tindakan rasisnya. Anna sukses membujuk Donald Trump untuk meminjamkan ballroom di Plaza Hotel pada Marc Jacobs, sebagai tempat fashion show, di mana saat itu Marc tengah kesulitan keuangan. Melalui CFDA/Vogue Fund Anna menggalang dana untuk mendukung para desainer muda yang belum dikenal. Dan sejak tahun 1990, Anna telah sukses menggalang dana lebih dari 10 juta dollar untuk penderita AIDS, melalui berbagai event yang ia selenggarakan.

Jumat, 14 Desember 2012

DIAN SASTROWARDOYO

PERSONAL

Alumnus Fakultas Filsafat Universitas Indonesia angkatan 2001 ini lulus skripsi tahun 2007. Mengambil judul 'Beauty Industrial Complex', Dian lulus dengan nilai 8,57 (A), dan IPK terakhir 3,2.

Dian pernah menjalin hubungan asmara dengan Abi Yapto, anak pengusaha ternama, Yapto S Soerjosoemarno, dan berakhir sekitar Agustus 2006. Baik Dian dan Abi enggan berkomentar lebih jauh dengan penyebab putusnya hubungan mereka.

Kabarnya, retaknya hubungan Abi dan Dian karena orang ketiga dari pihak Dian. Saat masih menjalin cinta dengan Abi, Dian juga dekat dengan penyiar radio Prambors, Warman Nasution.

Dian juga pernah dikabarkan dekat dengan Moreno Suprapto, meski sampai saat ini cucu tokoh pergerakan nasional Prof Mr Sunario Sastrowardoyo, ini mengaku masih single.

Setelah putus dengan Abi Yapto, hubungan asmara Dian tidak banyak terekspos oleh media. Awal November 2009 berhembus kabar jika ia telah bertunangan dengan kekasihnya, Indraguna Sutowo. Meski kabar ini cukup santer, namun belum ada konfirmasi dari Dian sendiri.

Setelah 2 tahun berpacaran, hubungan Dian dan Indraguna mulai memasuki tahap yang lebih serius lagi. Tepat di hari Valentine, 14 Februari 2010 Dian dilamar Indraguna. Untuk saling mengikat, keduanya pun bertunangan di hari ini. Sementara rencana pernikahan bakal digelar pada Mei 2010.

Pada 13 April 2010, Surat Izin Nikah Dian Sastro dan Indraguna telah diajukan di KUA Mampang, yang semakin meyakinkan pernikahan mereka yang akan segera digelar. Undangan sebanyak 4000 buah juga telah disiapkan, dengan rencana akad nikah yang dilangsungkan di Hotel Darmawangsa dan resepsi do JJC. 

Sebelum pernikahan yang dilangsungkan pada 18 Mei 2010, Dian menggelar pengajian tertutup yang tidak diperkenankan untuk diliput wartawan, demi menjaga kekhidmatan acara dan prosesi. 

Setelah proses yang cukup panjang, Dian Sastrowardoyo resmi melepas masa lajangnya. Adalah Indraguna Maulana Sutowo yang beruntung meminang gadis cantik, pintar, dan berbakat ini melalui proses akad nikah yang digelar di Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Proses akad nikah lancar, dengan Dian, seorang muallaf, yang sempat membaca ayat suci Al Quran surat Ar Rum ayat 21. 

Dian, yang terlihat sangat cantik dalam kebaya off-white menerima mas kawin berupa emas seberat 18, 5 gram dan seperangkat alat sholat. Resepsi pun digelar dengan lebih santai, dengan kedua pengantin yang mengangkat adat Jawa mengenakan busana dodotan. Acara digelar di Ruang Cenderawasih, JCC, Jakarta Selatan pada 22 Mei 2010.

Minggu 17 Juli 2011, sore Dian dikabarkan telah melahirkan anak pertamanya di Rumah Sakit Bersalin YPK, Menteng, Jakarta. Istri pengusaha Indraguna Sutowo itu tengah mendapatkan perawatan sejak Jumat sebelumnya. Persalinan tersebut dilakukan secara tertutup karena pihak Dian tidak ingin diekspos media.

KARIR 

Nama Dian Sastrowardoyo dikenal sebagai aktris berbakat yang mengawali popularitas lewat perannya dalam filmADA APA DENGAN CINTA (2002). 

Perannya sebagai Cinta dalam film arahan Rudi Sudjarwo tersebut, juga mengantarkan dirinya sebagai pemenang Festival Film Indonesia (FFI) untuk kategori aktris terbaik.

Pemilik nama lengkap Diandra Paramitha Sastrowardoyo ini mengawali karier di dunia entertainment pada 1996 lewat ajang Gadis Sampul dan pertama kali membintangi film BINTANG JATUH (2000) yang juga karya sutradaraRudi Sudjarwo. 

Di film tersebut putri pasangan Alm. Iwan Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini ini bermain bersama Marcella Zalianty, Garry Iskak dan Indra Birowo. 

Film berikutnya berjudul PASIR BERBISIK (2001), dalam film ini Dian beradu akting dengan bintang senior Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet. 

Lewat film tersebut Dian akhirnya mendapat anugerah sebagai pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2002) dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis (2002). Selain sebagai bintang Lux,Dian juga menjadi host Kuis Super Milyader 3 Milyar pada 2007.

Salah satu pembawa obor pada ajang Olimpiade 2008 ini mencoba pekerjaan baru. Meski tak jauh-jauh dari dunia film, namun kali ini ia harus berperan ganda. Selain bermain film, ia juga bertindak sebagai produser pada filmDRUPADI.

Di penghujung tahun 2008, Dian kembali 'bersanding' bersama Nicholas Saputra. Kali ini mereka dipasangkan di film 3 DOA 3 CINTA karya sutradara Nurman Hakim. Bahkan dalam International Festival of Asian Cinema Vesoul film ini berhasil meraih penghargaan Grand Prize of the International Jury.

Meski jarang tampil di televisi ataupun layar lebar, namun tak berarti Dian kehilangan pamornya. Terbukti pada akhir Oktober 2009, ia terpilih menjadi brand ambassador Samsung Corby bersama Nicholas Saputra.

Di antara seabrek kegiatannya, Dian ternyata masih peduli dengan keadaan sosial di sekitarnya. Berawal dari keprihatinannya melihat anak-anak Indonesia yang kurang mendapat perhatiannya, ia pun mendirikan yayasan Dian Sastrowardoyo.

Setelah menikah, prestasi Dian di bidang entertaiment terbukti tidak terhenti dengan dipilihnya dirinya sebagai brand ambassador L'Oreal Paris untuk Indonesia. Dian terpilih karena kecantikan khas Indonesia yang terpancar pada wajahnya. 

FILMOGRAFI

* BINTANG JATUH (2000)
* PASIR BERBISIK (2001)
* ADA APA DENGAN CINTA (2002)
* PUTRI GUNUNG LEDANG (2004)
* BANYU BIRU (2005)
* UNGU VIOLET (2005)
* BELAHAN JIWA (2005)
* DUNIA TANPA KOMA (2006)
* BUKAN KESEMPATAN YANG TERLEWAT (2006)
* 3 DOA 3 CINTA (2008)
* DRUPADI (2009)
* PENGANTIN CINTA (2010)

PENGHARGAAN

* 1996: Juara 1 GADIS Sampul 1996 Majalah Gadis
* 2002: Bintang Lux 2002 dari JWT AdForce-Unilever
* 2002: Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Deauville, Perancis, dalam film Pasir Berbisik
* 2002: Aktris Terbaik pada Festival Film Internasional Singapura ke-15 dalam film Pasir   Berbisik
* 2002: Aktris Terpuji pada Festival Film Bandung dalam film Ada Apa dengan Cinta?
* 2004: Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2004, dalam film Ada Apa dengan Cinta?
* 2005: Aktris Berbakat pada Festival Film Asia Pasifik, Kuala Lumpur, Malaysia.

Selasa, 11 Desember 2012

ANNE HATHAWAY

PERSONAL


Anne Hathaway atau lengkapnya Anne Jacqueline Hathaway lahir di Brooklyn, New York, AS, 12 November 1982. Ia dikenal sebagai aktris Amerika Serikat yang populer lewat perannya sebagai Mia Thermopolis dalam film produksi Disney, THE PRINCESS DIARIES (2001).

Selain dalam film, Hathaway juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Artis cantik ini menjadi anggota The Creative Coalition, The Step Up Women's Network, Lembaga non Profit untuk Rumah sakit anak, Kampanye Hak Asasi Manusia, dan Teater non Profit untuk anak-anak cacat. Partisipasi aktifnya di bidang sosial disebabkan karena Hathaway pernah mengalami krisis pada saat remajanya, persis dengan perannya dalam Rachel Getting Married.

Kisah asmara Hathaway tak terlalu disorot media. Pada 2008 Hathaway dikabarkan berpacaran dengan aktor Adam Shulman setelah sebelumnya putus dari Rafello Follierri, seorang developer terkenal.

Namanya sempat tercoreng gara-gara foto telanjangnya yang diambil oleh mantan pacarnya, Follierri, terekspos di media pada 2008. Di foto ini Hathaway terlihat hanya mengenakan stoking hitam jala dan sebuah sabuk seksi.

KARIR

Debut akting Hathaway lewat serial televisi GET REAL (1999), namun peran pentingnya dalam film THE PRINCESS DIARIES (2001) memperkokoh karirnya. Kesuksesan dalam film tersebut mengundang dirinya terus tampil dalam film Disney berikutnya, seperti ELLA ENCHANTED (2004) dan THE PRINCESS DIARIES 2 (2004).

Hathaway kemudian juga ikut mendukung dalam film HAVOC (2005) dan BROKEBACK MOUNTAIN (2005) yang memiliki tema dewasa. Karena perannya yang harus tampil telanjang dalam salah satu adegan membuat kontraknya diputus oleh Disney. 

Dalam THE DEVIL WEARS PRADA dia bermain bersama aktris Meryl Streep dan menjadikan film tersebut sebagai film yang meraup pendapatan terbanyak dalam karirnya bermain film.

Hathaway yang juga tampil di film drama BECOMING JANE, pada 2008 ia kembali beraksi di film bergenre komedi,GET SMART

Pada Oktober 2008, ia tampil di film PASSENGERS serta RACHEL GETTING MARRIED. Di film terakhir inilah dia mendapatkan penghargaan sebagai Best Actress di ajang National Board of Review Award dan Broadcast Film Critics Association Award. Serta mendapatkan nominasi pada ajang Academy Awards dan Golden Globe Award sebagai Best Actress.

Awal tahun 2009, Hathaway kembali di film komedi romantis, BRIDE WARS bersama Kate Hudson.

FILMOGRAFI

1999 GET REAL
2001 THE PRINCESS DIARIES
2001 THE OTHER SIDE OF HEAVEN 
2002 THE CAT RETURNS
2002 NICHOLAS NICKLEBY
2004 ELLA ENCHANTED
2004 THE PRINCESS DIARIES 2: ROYAL ENGAGEMENT
2005 HOODWINKED!
2005 HAVOC
2005 BROKEBACK MOUNTAIN
2006 THE DEVIL WEARS PRADA
2007 BECOMING JANE
2008 GET SMART
2008 PASSENGERS
2008 RACHEL GETTING MARRIED
2009 BRIDE WARS
2009 THE SIMPSONS
2009 POLIWOOD
2010 THE SIMPSONS
2010 VALENTINE'S DAY
2010 ALICE IN WONDERLAND
2010 FAMILY GUY
2010 LOVE AND OTHER DRUGS 
2011 RIO
2011 ONE DAY
2011 GLEE
2012 THE DARK KNIGHT RISEs

Selasa, 04 Desember 2012

Biografi Kristen Stewart


Nama asli : Kristen Jaymes Stewart
Tanggal lahir : 09 April 1990 
Lahir di : Los Angeles, California, AS 
Zodiac : Aries 
Terkenal sejak berperan sebagai Sarah Altman di "Panic Room" (2002)



Aktris bernama asli Kristen Jaymes Stewart ini dikenal publik lewat perannya sebagai Bella Swan di serial film "Twilight". Semasa kecilnya, Kristen Stewart dibesarkan di lingkungan pekerja televisi dan film. Hal ini tak mengherankan mengingat ayah Kristen, John Stewart, adalah seorang produser televisi di Fox Broadcasting Company sementara ibunya, Jules Mann-Stewart, adalah seorang script supervisor asal Australia. 

Ketika berusia delapan tahun, aktris kelahiran Los Angeles, 9 April 1990 ini, mulai tertarik mendalami akting setelah dia bermain di drama sekolah pada sebuah acara natal. Seorang agen yang melihat bakat Kristen kemudian menawarinya untuk bermain di film Walt Disney, "The Thirteenth Year" (1999). Sayangnya, di film tersebut, Kristen hanya muncul sebagai figuran tanpa dialog. 

Tahun 2002, Kristen mendapatkan peran di film besar pertamanya, "Panic Room". Dalam film tersebut, Kristen mendapat kesempatan untuk beradu akting dengan aktris senior, Jodie Foster, dengan berperan sebagai anak Jodie yang mengidap penyakit diabetes. Berkat film "Panic Room", Kristen mendapat banyak pujian dan banyak tawaran untuk bermain di film-film terkenal seperti "Cold Creek Manor", "In the Land of Women" dan "Into the Wild". 

Nama Kristen semakin melejit setelah meraih sukses lewat perannya sebagai Tracy, gadis hippie muda yang jatuh cinta pada seorang pemuda petualang, Christopher McCandless, di film "Into the Wild". Di tahun yang sama, studio film Summit Entertainment tertarik dan memilih Kristen untuk berperan sebagai Isabella "Bella" Swan di film tentang vampir adaptasi dari novel best-seller karya Stephenie Meyer yang berjudul "Twilight". 

Tak hanya sekedar mendapat popularitas, film barunya tersebut berhasil membuat Kristen meraih penghargaan pertamanya sebagai Best Female Performance di ajang bergengsi MTV Movie Awards, setahun setelah film tersebut dirilis tahun 2008. Selain tampil di "Twilight", Bella juga kembali menunjukkan kepiawaiannya memerankan karakter gadis yang jatuh cinta pada pemuda vampir, Edward Cullen (Robert Pattinson), lewat sekuel film "Twilight", diantaranya "The Twilight Saga's New Moon" serta dua film yang akan segera tayang, "The Twilight Saga's Eclipse" dan "The Twilight Saga's Breaking Dawn". 

Meski menjadi aktris terkenal, Kristen menggambarkan dirinya sebagai sosok yang sangat sederhana dan sedikit tertutup. Selain itu dia mengaku tak suka mengumbar kehidupan pribadinya. Namun, bukan berarti tersebut membuat dirinya terhindar dari gosip. Sejak dia berpasangan dengan Robert di film "Twilight", aktris yang kini berusia 20 tahun ini berkali-kali digosipkan telah menjalin kasih dengan aktor asal Inggris tersebut. Bahkan, kabarnya Kristen sedang mencari rumah di Los Angeles untuk ditempatinya bersama Robert. Namun, hingga saat ini, baik Kristen maupun Robert enggan angkat bicara seputar rumor tersebut.