Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

4 Fakta Menarik Seputar Miss V


Wanita seharusnya kenal dengan seluruh anggota tubuh, termasuk organ intim atau vagina. Walaupun letaknya sulit terlihat dan tertutup, bukan berarti Anda boleh mengabaikan kehadirannya.

Sudahkah Anda kenal miss V secara mendalam? Baca fakta-fakta di bawah ini agar Anda semakin mencintai miss V.

Bisa Membersihkan Diri Sendiiri
Sebenarnya, miss V sudah dirancang sedemikian rupa sehingga bisa membersihkan dirinya sendiri. Anda tidak perlu membersihkannya dengan sabun yang justru bisa merusak kondisi miss V. Organ intim Anda memiliki banyak kelenjar yang bisa menghasilkan cairan pelumas sekaligus membersihkan rongga miss V tanpa bantuan sabun pembersih khusus.

Akan Melebar Saat Terangsang
Inilah pentingnya foreplay sebelum melakukan penetrasi. Banyak wanita merasa sakit dan tidak nyaman saat pasangannya melakukan penetrasi, hal ini bisa disebabkan karena miss V belum siap. Saat mendapat rangsangan atau saat melakukan foreplay, maka miss V otomatis akan melebar, sehingga saat Mr P melakukan penetrasi, Anda tidak akan merasa sakit.

Semakin Tua, Miss V Bisa Mengerut
Sama halnya dengan kulit wajah dan bagian tubuh lain, miss V akan mengalami penuaan seiring bertambahnya usia Anda. Pertambahan usia akan menurunkan jumlah kadar estrogen berkurang, sehingga lapisan lemak yang ada pada bagian dalam kulit miss V juga berkurang. Akibatnya, miss V akan mengerut dan kendur. Warna kulit kelamin akan menggelap. Klitoris juga akan mengalami pengerutan.

Setiap Wanita Punya Bentuk Miss V Berbeda
Sama seperti payudara dan bagian tubuh lain, setiap wanita memiliki bentuk miss V yang berbeda, dengan tingkat sensitif yang juga berbeda. Ada wanita yang memiliki miss V dengan bibir tebal, ada yang biasa. Selain itu, bentuk selaput dara dan elastisitasnya juga berbeda-beda. Hal yang sama juga terjadi pada produksi cairan vagina, tiap wanita akan memproduksi cairan dengan jumlah yang berbeda.

Jumat, 26 April 2013

Biografi R.A Kartini


Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak. Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan 
jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.

Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu. Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya. Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional. Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.

Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya. Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.

Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi. Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Rabu, 13 Maret 2013

The New Fun & Fearless You!

Hiruk pikuk perayaan tahun baru mungkin membuat Anda merasa, “Pestanya meriah, walaupun sepertinya ada yang kurang. But what is missing?” Seolah tak ada lagi kejutan yang bisa membuat Anda jadi bersemangat. Well, Cosmo pikir inilah saatnya mengubah diri Anda!

Darling, pernahkan Anda berpendapat bahwa tak ada yang salah dengan rutinitas Anda? Hmmm, memang sah-sah saja “menyalahkan” kegiatan yang membuat Anda seperti berjalan di lingkaran setiap harinya. Tapi perubahan bisa datang dari dalam diri sendiri, dan bukan dari luar. Apa saja yang bisa menyegarkan kembali diri Anda yang terasa “usang”?

Let The Dress Do The Talking
Siapa bilang pakaian tak menentukan siapa diri Anda? The right dress can put everything in the right place! Coba Anda intip kembali koleksi pakaian dan aksesori yang di lemari Anda. Cosmo yakin, pasti sudah beberapa waktu lamanya kan Anda mengabaikan isi lemari? Tampil menawan bukan hanya milik akhir minggu, tapi juga setiap hari, ladies.

Kontak sahabat Anda, dan jadikan dirinya konsultan fashion dadakan yang pastinya akan senang menemani Anda berburu “harta karun” dengan berkeliling mal dan butik. Biasanya pakaian baru membuat pemakainya merasa menjadi “baru” kembali. Tak salah kok jika Anda menyisihkan gaji untuk membeli koleksi terbaru desainer favorit yang membantu Anda tampil memesona. Perlakukan pakaian Anda bagaikan suatu “aset” berharga, karena memang demikian adanya. Anda tak akan menyangka berapa jumlah tender yang dimenangkan saat Anda merasa begitu seksi dan powerful dalam balutan “aset” tersebut.

Lebih Cerdas? Harus!
Brain is beauty. Tak ada yang bisa menyangkal kalimat itu, kan? Memang, tampil cantik menawan ternyata tak cukup untuk menjadikan Anda wanita Cosmopolitan. Ada syarat penting yang juga menjadi modal untuk menjadi the new fun and fearless you: higher education. Sukses sudah berada di depan mata, dan jangan sampai karier Anda menjadi terhambat nantinya karena keacuhan untuk mengenyan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Memang, untuk meneruskan pendidikan sambil bekerja bukanlah hal yang mudah, tapi bukan mustahil untuk dilakukan. Berpikirlah bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia, asalkan semua tekad dibarengi dengan kerja keras! Pikirkan hasilnya nanti, karena pada akhirnya segala kerepotan dan usaha yang dilakukan akan terbayar manis saat promosi jabatan idaman berhasil Anda raih! Way to go, ladies!

Berhenti Hidup di Dalam Kotak
Lebih membuka diri terhadap hal-hal yang baru, tentunya berkaitan dengan karakter atau personality Anda. Jika sebelumnya mungkin Anda merasa tidak membutuhkan masukan atau tak bisa menghadapi kritik, mungkin inilah saatnya untuk keluar dari dalam “tempurung”. Hidup di negara demokrasi, tentu saja setiap orang memiliki hak untuk memberikan opini. Begitu pula rekan kerja yang duduk di sebelah Anda, orang tua, teman, atau siapa saja yang peduli. Mereka mengkritik bukan tanpa dasar, dan kalau memang kritik itu membangun, tentu merupakan hal yang bermanfaat. Contoh lain, saat Anda dihadapi pada lingkungan yang multikultural, banyak interaksi atau habit yang tampak “aneh” di mata Anda tapi tentu tidak bagi mereka. Don’t be too quick to judge, honey. Beda lingkungan, beda pula latar belakang masing-masing. Lagipula, sekarang sudah memasuki tahun 2013. Jangan mengaku hidup di era globalisasi jika Anda tak bisa menjadi open minded. Memang benar bahwa “Anda tetaplah Anda”, tapi menerima hal baru, berarti belajar untuk tidak takut menyambut segala sesuatu yang unfamiliar.

Jika Anda sudah berhasil menjadi diri Anda yang baru melalui penampilan, kemapanan, dan personalitas...lalu apa yang harus Anda maintain sebelum tahun ini berakhir? Tentu saja, kesehatan dan mempertahankan bentuk tubuh menjadi prioritas. Dan lakukanlah dengan cara yang tepat, dengan menu sehat, dan jadwal baru senam pilates, tentunya akan menjadikan Anda bukan hanya the new you, namun juga timeless you!